.
Latest News
Showing posts with label ParentingSchool. Show all posts
Showing posts with label ParentingSchool. Show all posts
Brosur PSPA - Sekolah Orangtua PSPA Auladi Parenting School
Posted by CendekiaCenter
on
Monday
, under
ParentingSchool
|
komentar (1)
BROSUR PSPA Sekolah Orangtua PSPA Auladi Parenting School
Sabtu - Minggu, 20-21 Februari 2010
di Hotel Kanira
Bandung
INFORMASI SELENGKAPNYA mengenai registrasi dan pembayaran, hubungi :
* Ira : 022 - 8752 3618
* Hasto : 081 394 525 492
* Ina : 022 - 9188 6574
Sumber Masalah Anak adalah OrangTua
Posted by CendekiaCenter
on , under
ParentingSchool
|
komentar (0)
TAHUKAH ANDA ? Sebagian PERILAKU NEGATIF ANAK : tidak mandiri, tidak patuh dan membangkang orangtua, malas belajar, mudah marah mudah rewel konsumtif hingga malas beribadah dan rendah diri sesungguhnya ORANGTUA sendiri yang menjadi PENYEBABNYA.
1 Sebagian orang dewasa memang siap menikah, namun tidak disiapkan menjadi ORANGTUA ketika menikah.
2 Akibatnya ketiadaan bekal mengasuh anak, sebagian orangtua kerap menggunakan 'jalan pintas' negatif untuk menyelesaikan perilaku anak yakni dengan melakukan kekerasan mental pada anak seperti membentak, marah-marah, berteriak, mencubit dan mengancam.
3 TANPA ORANGTUA SADARI sebagian besar anak justru DIJATUHKAN HARGA DIRINYA OLEH ORANGTUA dirumah, bukan dliuar rumah.
4 Respon orangtua yang tidak tepat ketika berinterkasi dengan anak justru membentuk konsep diri negatif pada anak.
Apapun yang anda rasakan dan alami di kelaurga sekarang, buahnya akan dituai setelah mereka dewasa kelak. Rasakan INDAHNYA PERUBAHAN menjadi orangtua setelah mengikuti sekolah orangtua PSPA, Program ini mengajak anda :
* MEMAHAMI HAMBATAN pengasuhan yang menumbuhkan mental negatif anak& menghambat orangtua menjalin komunikasi positif dengan anak
* MEMAHAMI PRINSIP BELAJAR anak untuk memahami mental, sikap dan perilaku anak sebagai modal memberikan reaksi positif pada anak dengan KARUNIA BELAJAR
* MENGETAHUI PRINSIP KEPATUHAN agar anak taat danpatu pada orangtua tanpa tekanan, ancaman dan kekerasan dengan KARUNIA KONSISTENSI
* MENGARAHKAN ANAK agar terfokus pada perilaku positif dan memiliki konsep diri positif sejak dini sebagai landasan kesuksesan masa depan anak dengan KARUNIA KIBLAT ( + )
* MEMBANGUN KELENGKETAN jiwa orangtua-anak untuk mendukung daya tahan mental anak terhadap pengaruh negatif lingkungan dengan KARUNIA MENDENGARKAN
* MENGETAHUI TEKNIK KOMUNIKASI orangtua yang menumbuhkan gagasan, kreativitas, dan motivasi anak untuk memiliki akhlak positif dengan KARUNIA ASH-SHOFFAAT
YUK IKUTI ROAD SHOW NUSANTARA
KINI HADIR DI BANDUNG,
Sabtu-Minggu, 20-21 Februari 2010
di Hotel Kanira, Bandung
Informasi lebih lanjut hub :
* Ira 022-87523 618
* Hasto : 0813 9452 5492
* Ina 022-9188 6574
brosur dapat di lihat di link berikut ini :
http://cendekiacentre.blogspot.com/2010/02/brosur-pspa-sekolah-orangtua-pspa.html
Head Line Of PSPA - Sekolah Orangtua PSPA Auladi Parenting School
Posted by CendekiaCenter
on , under
ParentingSchool
|
komentar (2)
FITRAH
Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Facebook: Yuk-Jadi Orangtua Shalih
Setiap anak yang diturunkan ke dunia, lahir dalam keadaan fitrah bukan?
Karena anak lahir dalam keadaan fitrah, bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir
berniat menghancurkan masa depannya.
Tak ada satupun bayi ketika lahir berniat dikepalanya
”Ah jika besar nanti aku mau kena narkoba”;
“Ah jika besar nanti aku mau hobi tawuran dan kebut-kebutan”.
Atau pernahkan ia berkata
“Ah jika aku besar nanti aku mau membangkang pada ayah dan ibu!”.
Tetapi mengapa sebagian anak-anak ini
yang lahir cantik, rupawan, lucu dan menggemaskan
setelah ia beranjak remaja dan dewasa, justru menjadi beban keluarga
dan menjadi masalah untuk lingkungannya? Ada apa ini…
Ayah, ibu…
karena anak lahir dalam keadaan fitrah,
sebagian perilaku negatif anak, justru orangtualah penyebabnya.
Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya
di rumah, bukan di luar rumah.
Karena sebagian anak dijatukah harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari, sebagian anak tak betah berada disamping orang tua.
Panas hatinya mendengar “ceramah-ceramah” orang tuanya
dan overdosis nasehat yang ia terima.
Lalu, rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara.
Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari syurga.
Mencari orang-orang yang akan menghargainya.
Waahh...ternyata teman-teman geng bisa menghargainya.
Lalu ia berkata dalam hati, ”hmm...aku dihargai jika aku pamer perkasa”
”Aku ternyata perkasa jika menghisap ganja”
”Aku gembira jika menyusahkan siapa saja...”.
Lalu kita bersumpah serapah
”Lingkungan rusak! Mereka telah merenggut anak-anakku!”
Apakah itu yang kita inginkan wahai ayah, ibu?
Yuk kita terus belajar
memahami anak-anak kita, menjadi orang tua shalih.
Karena anak shalih dimulai dari orang tua yang shalih bukan?
INFORMASI SELENGKAPNYA mengenai registrasi dan pembayaran, hubungi :
* Ira : 022 - 8752 3618
* Hasto : 081 394 525 492
* Ina : 022 - 9188 6574
Head Line Of PSPA - Sekolah Orangtua PSPA Auladi Parenting School 1
Posted by CendekiaCenter
on , under
ParentingSchool
|
komentar (0)
FITRAH 2
Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Facebook: Yuk-Jadi Orangtua Shalih
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
INFORMASI SELENGKAPNYA mengenai registrasi dan pembayaran, hubungi :
* Ira : 022 - 8752 3618
* Hasto : 081 394 525 492
* Ina : 022 - 9188 6574




