.
Latest News
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

ZAT-ZAT BERBAHAYA PADA ROKOK

Posted by CendekiaCenter on Friday , under | komentar (0)



Pernahkah anda membayangkan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat didalam sebatang rokok itu berjumlah tiga ribu macam menurut Terry dan Horn. Tetapi hanya tujuh ratus macam zat saja yang dikenal.




ZAT-ZAT BERBAHAYA PADA ROKOK
kandunganrokok12.jpg (550×560)
Disini ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui yaitu :
  1. ACROLEIN ; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.

  2. KARBON MONOXIDA; gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.

  3. NIKOTIN ; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.

  4. AMMONIA ; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.

  5. FORMIC ACID ; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.

  6. HYDROGEN CYANIDE ; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.

  7. NITROUS OXIDE ; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.

  8. FORMALDEHYDE ; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.

  9. PHENOL ; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.

  10. ACETOL ; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.

  11. HYDROGEN SULFIDE ; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).

  12. PYRIDINE ; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

  13. METHYL CHLORIDE ; merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.

  14. METHANOL ; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.

  15. TAR ; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.
sumber :http://ifyousmoke.blogspot.com

Pengaruh Radiasi Ponsel...believe it...

Posted by CendekiaCenter on Saturday , under | komentar (0)



Peringatan tentang bahaya radiasi dari penggunaan telepon seluler terhadap kesehatan sudah disuarakan selama bertahun-tahun. Begitu sulitnya membuat percaya banyak orang, ahli bedah saraf dari Inggris, Vini Khurana, sampai-sampai pernah menerjemahkan tingkat bahaya itu lebih tinggi ketimbang asbes dan merokok. Khurana mengaku tak berlebihan soal terjemahannya tersebut. Iia, yang telah menulis lebih dari 30 makalah ilmiah dan mengulas lebih dari 100 studi tentang efek telepon seluler, mengatakan saat ini sudah tiga miliar orang di dunia yang menggunakan telepon seluler. Angka itu tiga kali lipat lebih banyak daripada jumlah orang yang merokok di seluruh negara di dunia. Padahal, dengan angka itu saja, lima juta perokok meninggal tiap tahun. Sekarang, masalahnya, apakah telepon seluler seseram rokok. Khurana senada dengan tim ilmuwan Collaborative dengan menyatakan bukti semakin kuat dan signifikan yang mengaitkan penggunaan ponsel dengan tumor di otak. “Risikonya akan semakin nyata pada tahun-tahun ke depan,” katanya. Toh, masih sangat berat memisahkan orang-orang dari telepon seluler mereka. Industri ponsel pun masih belum yakin akan bahaya-bahaya tersebut dan cenderung menganggapnya sebagai suara-suara miring. “Diskusi literatur ilmiah terbatas oleh individual,” begitu Asosiasi Operator Seluler di Inggris pernah bilang. Kelompok Industri itu bahkan siap menggebrak dengan riset tandingannya yang digelar serentak di 13 negara. Efek hasil riset inilah yang coba dilawan tim Collaborative dalam laporannya yang terbaru. Morgan, Herberman, dan yang lainnya menilai ada 15 alasan yang mesti menjadi pertimbangan setiap orang di dunia. 1. Riset mereka sendiri menunjukkan ponsel menyebabkan tumor otak. 2. Riset yang mereka danai juga menunjukkan penggunaan ponsel mengatrol risiko tumor otak (2000-2002). 3. Studi Interphone secara konsisten menunjukkan penggunaan ponsel kurang dari 10 tahun melindungi penggunanya dari tumor otak. 4. Riset independen menunjukkan ada risiko tumor otak dari penggunaan ponsel. 5. Meski ada pemelintiran hasil yang sistemik di seluruh studi Interphone, risiko tumor otak yang signifikan dari penggunaan ponsel masih muncul. 6. Studi-studi kemandirian pendanaan industri menunjukkan apa yang bisa diharapkan apabila telepon nirkabel menyebabkan tumor otak. 7. Tingkat bahaya tumor otak dari penggunaan ponsel tertinggi terjadi pada anak-anak, dan semakin belia anak itu mulai mengenal telepon seluler, semakin tinggi risikonya. 8. Sudah banyak pemerintah yang mengingatkan akan bahaya penggunaan ponsel pada anak-anak. 9. Batas paparan ponsel hanya berdasarkan panas yang ditimbulkannya. 10. Perubahan dalam masalah kesehatan terkait dengan medan elektromagnetik sudah disepakati dalam parlemen Eropa. 11. Radiasi ponsel merusak DNA, sebuah sebab kanker yang tak terbantahkan. 12. Radiasi ponsel dapat ditunjukkan membocorkan penghalang otak-darah. 13. Panduan manual ponsel mengingatkan kepada penggunanya untuk menjauhkan ponselnya itu dari tubuh bahkan ketika ia tidak aktif sekalipun. 14. Komisi Komunikasi Federal di Amerika Serikat mengingatkan tentang penggunaan telepon nirkabel. 15. Kesuburan pria bisa rusak akibat radiasi ponsel.

Makanan pembakar kalori.......check it out....

Posted by CendekiaCenter on , under | komentar (0)



Aktivitas fisik amat dianjurkan untuk membakar kalori tubuh. Tapi, selain aktivitas fisik, seperti berolahraga, ada cara lain untuk membakar kalori lebih cepat. Caranya dengan mengonsumsi makanan pembakar kalori berikut ini. Jika Anda konsumsi makanan ini plus berolahraga teratur, dijamin ajang membakar kalori tubuh jadi lebih mudah dan cepat. Grapefruit Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi jus grapefruit 150 ml setiap hari, bisa mengurangi berat badan 1 kg dalam waktu dua minggu. Grapefruit juga memiliki level GI (glycemic index) yang sangat rendah dan mengurangi kadar insulin serta kolesterol dalam tubuh. Zat inositol juga ditemukan dalam grapefruit, yaitu zat alami pembakar lemak yang memiliki rasa sedikit pahit. Zat tersebut memicu proses metabolisme dan melancarkan sisitem pencernaan. Teh Hijau Selain terkenal sebagai pencegah kanker, teh hijau juga membantu proses metabolisme tubuh dan membakar kalori. Sangat baik mengonsumsi teh hijau setiap hari setelah Anda makan. Usahakan mengonsumsi lima gelas teh hijau setiap hari karena bisa membakar 70-80 kalori. Produk susu rendah lemak Jika Anda sedang diet, jangan mengesampingkan produk susu dalam menu makanan. Pilih saja produk susu yang rendah lemak. Mengonsumsi produk susu bisa memicu produksi calcitriol, yaitu sel pembakar lemak.

Wanita yang mengonsumsi produk susu rendah lemak 3-4 kali per hari, kalorinya bisa aterbakar hingga lebih dari 70% lemak. Wanita dewasa membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap hari. Air putih Jika Anda kurang mengonsumsi air putih, maka berat badan akan sulit turun. Kekurangan cairan membuat proses metabolisme menjadi lebih lambat dan bisa mengurangi kadar glukosa dalam tubuh yang bisa memicu sakit kepala.

Konsumsilah 1,5 liter air setiap hari karena bisa mempercepat proses metabolisme hingga 30% dan kalori yang terbakar pun lebih banyak. Makanan pedas Makanan pedas bisa membantu Anda membakar kalori lebih banyak, cobalah untuk menambahkan lada dan cabai ke dalam makanan.

Makanan pedas bisa membakar kalori lebih banyak karena rasa pedas memicu adrenalin dan mempercepat metabolisme dan membakar kalori.

Facebook Picu Kanker dan Stroke

Posted by CendekiaCenter on Sunday , under | komentar (0)



          Bagi Anda yang gemar berselancar internet dan mangakses Facebook.Com mulai sekarang harus berhati-hati. Soalnya, menurut penelitian ahli psikologi Inggris, Dr Aric Sigman kecanduan facebook bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker -- karena situs itu menurunkan level kontak fisik seorang. Menurit Dr Aric yang mempublikasikan artikelnya di jurnal Biologist, situs semacam Facebook atau MySpace memang dibuat untuk memperkaya kehidupan sosial. Tapi kenyataannya malah membuat orang terpisah satu sama lain, lantaran keasyikan berinteraksi secara virtual.

          Menurutnya, fenomena itu dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face dikatakannya bisa mengubah kerja gen, mengganggu respon kekebalan, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental. Ujung-ujungnya, keadaan itu diklaim bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke sampai demensia. Dr Aric juga memaparkan, situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi. Buktinya, walau yang dihabiskan orang untuk berinteraksi langsung turun secara drastis sejak adopsi media elektronik melonjak. Ia mengklaim, interaksi itu di dunia nyata dengan orang lain memberi manfaat bagi tubuh, yang tak diperoleh dari relasi virtual. Dijelaskannya, level hormon ataupun gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh berubah-ubah menurut jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi fisik *** placebo/pr